Header Ads

Tragedi Kapal KM Sinar Bangun di Danau Toba

Kapal Km Sinar Bangun tenggelam di danau toba. Beredar kabar jika tenggelamnya kapal tersebut berhubungan dengan mitos terkait dengan legenda danau toba. Menurut seorang pengguna facebook bernama Rismon Sirait yang mengunggah tulisan terkait dengan kecelakaan yang terjadi disebabkan pemancing ikan mas di danau toba yang tidak mengindahkan larangan dan saran agar ikan mas yang telah dipancing dapat dilepaskan kembali ke dalam danau. Tulisan pengguna facebook yang dilekatkan oleh tribunnews jabar (http://jabar.tribunnews.com/2018/06/22/menengok-ikan-mas-yang-ditangkap-di-danau-toba-ukurannya-besar) tersebut dibantah oleh polisi.
Tim evakuasi gabungan mencari korban KM Sinar Bangun. Foto: Antara
Menurut keterangan AKBP MP Nainggolan yang dihubungi detik (https://news.detik.com/berita/4078016/polisi-tepis-isu-viral-ikan-mas-yang-dikaitkan-tragedi-danau-toba) kecelakaan yang terjadi pada KM Sinar Bangun disebabkan oleh dua hal, faktor cuaca buruk dan kelalaian manusia. Keterangan Kasubdit Penmas Polda Sumatera Utara mengenai faktor cuaca sebagai penyebab kecelakaan dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo memberi keterangan kepada detik jika pihaknya sudah memberikan dua kali peringatan terkait buruknya cuaca di sekitar Danau Toba sebelum insiden terjadi.
"Catatan automatic weather station memang pukul 17.10 WIB adanya peningkatan kecepatan angin kalau rekamannya tak terlalu besar, secara umum 2-3 meter per detik. Kecepatan angin meningkat 6 meter," sebut Prabowo yang ditemui di Studio Mini BMKG, Kemayoran, Jakarta Pusat. Peningkatan kecepatan angin di (tanggal 18) Juni mungkin menimbulkan gelombang yang sangat besar.
Pihak Dishub menerangkan pihaknya mengalami kesulitan dalam melakukan pengawasan terhadap transportasi perairan darat. Darwin Purba, Sekretaris Dinas Perhubungan Sumut menjelaskan jika kapal telah berlayar sudah memiliki izin namun di tengah perjalanan kapal yang berlayar itu sering mengangkut penumpang secara ilegal karena itu jumlah korban KM Sinar Bangun simpang siur.
Informasi yang diterima Darwin Purba KM Sinar Bangun mengangkut 65 sepeda motor dan 185 penumpang. Hingga Kamis (21/6) BBC Indonesia (http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-44557639) mencatat penumpang selamat 18 orang, tiga penumpang tewas dan 178 penumpang lainnya masih belum ditemukan.
KM Sinar Bangun merupakan kapal yang masuk dalam kategori kapal kecil. Ukuran kapal tersebut 35 GT (Gross Tonage) dengan kapasitas 43 orang.
Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan jajarannya di Sumatera Utara agar menghentikan sementara angkutan laut di Danau Toba. Akan tetapi instruksi tersebut belum dipatuhi oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan oleh wartawan BBC Indonesia yang menyaksikan masih ada kapal dari jenis yang sama berlayar di tengah danau.
(kander / berbagai sumber)
Advertisement

No comments

Powered by Blogger.