Habib Rizieq Capres RI 2019! Ini Jawaban Utk Pertanyaan Siapa Capres Alumni Aksi Bela Islam 212

May 30, 2018
Habib Rizieq Shihab, Imam Besar Forum Pembela Islam (FPI), direkomendasikan oleh kelompok Persaudaraan Alumni 212 untuk maju menjadi calon presiden Republik Indonesia tahun 2019. Nama HRS yang muncul dari RAKORNAS yang diadakan tanggal 29 Mei 2018 di Aula Sarbini, Taman Bunga Wiladatika, Cibubur tersebut seakan menjadi jawaban atas pertanyaan kepada Persaudaraan Alumni 212 saat ditanyakan siapa tokoh yang layak berkompetisi dengan Jokowi pada pemilu presiden mendatang.

Kemunculan nama Habib Rizieq Shihab seharusnya bisa diprediksi mengingat FPI merupakan entitas yang paling disorot pada aksi damai yang berlangsung di bulan Desember 2016 yang lalu. Setelah memimpin aksi masa yang konon pesertanya mencapai 7 juta orang tersebut, HRS harus pindah sementara ke Mekkah karena konon ada pihak-pihak yang tidak suka dengan hasil yang dicapai oleh gerakan yang dipimpinnya dan kemudian mengancam jiwa dan keluarga beliau.

Gambar Canvass Habib Rizieq Shihab
sumber internet


Selain Habib Rizieq Shihab, beberapa tokoh Islam lainnya yang dipertimbangkan untuk maju sebagai calon presiden Republik Indonesia adalah nama-nama berikut ini 



  1. Tuan Guru Bajang, 
  2. Prabowo Subianto, 
  3. Yusril Ihza Mahendra, dan
  4. Zulkifli Hasan.
Dengan digodoknya beberapa nama untuk kemudian didorong oleh PA 212 menjadi calon presiden 2019 nanti paling tidak saya sendiri berharap pergesekan antar warga negara akan bisa berkurang. Efek pertarungan dua calon presiden di pemilu 2014 lalu hanya menimbulkan keributan yang tidak habis-habisnya hingga saat ini.

Sedangkan untuk calon wakil presiden Rakornas Persaudaraan Alumni 212 memberikan beberapa nama tokoh dari Partai Keadilan Sosial seperti Hidayat Nur Wahid, Ahmad Heryawan dan Anis Matta untuk masuk bersama nama-nama lain seperti
  • Anies Baswedan, dan
  • Eggi Sudjana
Ahmad Heryawan dikalangan kader PKS menjadi calon terkuat yang akan diusung untuk menjadi calon presiden dari partai tersebut. Hanya saja para petinggi partai belum lagi memutuskan apakah PKS akan tetap bersama Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto atau membuat poros sendiri dengan partai nasional lainnya. Fokus untuk melewati electoral threshold yang semakin tinggi standarnya mungkin saja membuat para petinggi PKS tersebut tidak memberikan keputusan cepat sebagaimana Gerindra yang memberikan mandat kepada Prabowo.

Terkait dengan pencalonan HRS sebagai presiden oleh Rakornas PA 212, Waketum Partai Amanat Nasional, Viva Yoga Mauladi pun berkomentar,
"Saya tidak yakin kalau Habib Rizieq mempunyai niat dan keinginan menjadi calon presiden. Selama ini Habib Rizieq memosisikan dan memfungsikan sebagai ulama, panutan umat. Tidak ada tanda-tanda berkeinginan memasuki dunia politik praktis" (sumber https://news.detik.com/berita/4044525/habib-rizieq-capres-pa-212-pan-kami-tertarik-tapi)
Pendapat dari Waketum PAN diatas tidak sepenuh salah. Kiprah HRS di panggung politik baru terlihat ketika kasus Penistaan Agama. Meskipun yang memberikan rekomendasi kepada habib adalah sebuah organisasi yang terbentuk setelah aksi damai 212, saya pun meragukan kesiapan habib untuk menjadi calon presiden. Kemungkinan terbesar adalah habib memberikan saran kepada masyarakat yang mau menerima pendapatnya untuk memilih salah satu calon presiden dan wakil presiden yang menurut beliau cocok dengan kondisi negara saat ini. (kander / pencaricerah.xyz )

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
First
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments